Agama, Pendidikan dan Budaya Jepang

AgamaKebanyakan rakyat Jepang mengambil sikap tidak peduli terhadap agama dan melihat agama sebagai budaya dan tradisi. Bila ditanya mengenai agama, mereka akan mengatakan bahwa mereka beragama Buddha hanya karena nenek-moyang mereka menganut salah satu sekte agama Buddha. Pada hari ini Shinto, suatu agama yang berasal dari Jepang sudah hampir luput dari perhatian dan hanya diketahui oleh beberapa cendekiawan saja. Kebanyakan ajaran Buddha dan Shinto hanya dipraktikkan di dalam budaya seperti adab dan perkawinan. Sejumlah minoritas menganut agama Kristen, Shamanisme dan agama-agama Baru seperti Soka Gakkai. Sebagian agama baru ini berkait rapat dengan agama Buddha.

Pendidikan

  • Tingkat melek huruf: 99,8 (1990), 100,0% (2000)
  • Pendidikan wajib: 9 tahun (Dari umur 6 ke 15 tahun)
  • Jumlah pelajar sekolah menengah yang maju ke pendidikan tinggi kira-kira 96%

Budaya

Budaya Jepang mencakup interaksi antara budaya asli Jomon yang kokoh dengan pengaruh dari luar negeri yang menyusul. Mula-mula China dan Korea banyak membawa pengaruh, bermula dengan perkembangan budaya Yayoi sekitar 300 SM. Gabungan tradisi budaya Yunani dan India, mempengaruhi seni dan keagamaan Jepang sejak abad ke-6 Masehi, dilengkapi dengan pengenalan agama Buddha sekte Mahayana. Sejak abad ke-16, pengaruh Eropa menonjol, disusul dengan pengaruh Amerika Serikat yang mendominasi Jepang setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Jepun turut mengembangkan budaya yang original dan unik, dalam seni (ikebana, origami, ukiyo-e), kerajinan tangan (pahatan, tembikar, persembahan (boneka bunraku, tarian tradisional, kabuki, noh, rakugo), dan tradisi (permainan Jepang, onsen, sento, upacara minum teh, taman Jepang), serta makanan Jepang.

Kini, Jepang merupakan salah sebuah pengekspor budaya pop yang terbesar. Anime, manga, mode, film, kesusasteraan, permainan video, dan musik Jepang menerima sambutan hangat di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia yang lain. Pemuda Jepang gemar menciptakan trend baru dan kegemaran mengikut gaya mereka mempengaruhi mode dan trend seluruh dunia. Pasaran muda-mudi yang amat cemerlang membawa ujian kepada barang-barang pengguna elektronik yang baru, di mana gaya dan fungsinya ditentukan oleh pengguna Jepang, sebelum dipertimbangkan untuk diedarkan ke seluruh dunia.

Baru-baru ini Jepang mula mengekspor satu lagi komoditas budaya yang bernilai: olahragawan. Popularitas pemain bisbol Jepang di Amerika Serikat meningkatkan kesadaran warga negara Barat tersebut terhadap segalanya mengenai Jepang.

Orang Jepang biasanya gemar memakan makanan tradisi mereka. Sebagian besar acara TV pada waktu petang dikhususkan pada penemuan dan penghasilan makanan tradisional yang bermutu. Makanan Jepang mencetak nama di seluruh dunia dengan sushi, yang biasanya dibuat dari pelbagai jenis ikan mentah yang digabungkan dengan nasi dan wasabi. Sushi memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Makanan Jepang bertumpu pada peralihan musim, dengan menghidangkan mi dingin dan sashimi pada musim panas, sedangkan ramen panas dan shabu-shabu pada musim dingin.

Lihat juga: Katana, Seni dan Arsitektur Jepang, Kimono, Matsuri, Tahun Baru Jepang, Olahraga di Jepang, Acara televisi Jepang, Pariwisata di Jepang, Media di Jepang

Satu Tanggapan to “Agama, Pendidikan dan Budaya Jepang”

  1. ELYA RAHAMN Says:

    Saya termasuk salah satu orang yang mengikuti semua kegiatan tren di Jepang dan korea (seoul).Karena mereka selalu membuat sesuatu yang baru.Saya sangat suka dengan tradisi mereka dan prinsip2 kerja mereka Semangat untuk maju tanpa meminta2 kalau mereka tidak mampu,maka kita akan jarang sekali melihat pengemis atau gelandangan dijalan2.Seperti di negara vietnam masyarakat sangat menekankan untuk tidak menjadi peminta2 dan saya pernah baca di koran PR para turis dilarang keras untuk membeli barang2 yang dijual oleh anak2 yang seharusnya duduk dibangku sekolah karena akan mengsengsarakan mereka pada akhirnya (tidak akan sekolah karena mereka merasa sudah dapat mencari uang tanpa bersekolah).Saya selalu ingin negara Indonesia seperti negara Jepang dengan kemajuan yang sangat pesat tanpa adanya korupsi.Sebernarnya Presiden SBY dengan kinerja sekarang dan program2nya sudah sangat tepat hanya orang2 yang dibawah2nya dan lingkungan disekitar birokrat dan antek2 orang yang tidak bertanggung jawab selalu bikin ulah sehingga apa2 yang disalahkan presiden.
    Kebanyakan juga masyarakat Indonesia selalu bersikap pasrah dengan mengharapkan orang lain padahal jalan masih terbuka dengan kegiatan masih lebar kalau saja kita selalu berusaha.Makanya saya selalu berusaha mengambil prinsip2 jepang dan saya bisa menjalankan tanpa mengharapakan untuk dibantu orang lain dengan membuat sesuatu yang bermanfaat.Makanya saya selalu berkeinginan pola pikir yang maju seperti Jepang tetapi saya harus tetap tinggal di Indonesia dengan segala keterbatasan yang ada.Saya selalu berdoa dan berusaha agar anak saya sekolah dijepang.Agar bila sudah selesai dari sekoalah dapat menciptakan sesuatu yang akan berguna bagi negara ini yang hanya bisa sampai saat ini melihat negara2 tetangganya lebih maju dalam segala hal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: