Produksi Mobil Murah, Pemerintah Lobi Prinsipal

JAKARTA – Pemerintah mulai melobi prinsipal automotif asing asal Jepang yakni Toyota untuk memperoduksi mobil murah (low cost car) di Indonesia. Langkah ini terkait dengan strategi pemerintah dalam mengembangkan produk multi purpose vehicle (MVP), sport utility vehicle (SUV), kendaraan niaga (commercial vehicle), dan sedan mini dalam rencana jangka panjang.

Presdir PT Toyota Astra Motor Johny Darmawan mengakui, pemerintah sedang melobi Toyota untuk memproduksi mobil murah di Indonesia. Namun, Toyota menilai, infrastruktur pendukung untuk memperlancar rencana produksi massal mobil murah harus ditingkatkan.

“Kalau Indonesia jadi basis produksi mobil murah, itu mungkin saja asal pemerintah benahi infrastruktur, seperti jalan dan pasokan listrik,” tuturnya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (16/3/2008).

Menurut dia, Toyota tidak meragukan potensi pasar jenis mobil murah di Indonesia. Apalagi, jika daya beli meningkat, pengendara motor akan makin berminat mengganti kendaraannya ke mobil murah. “Kalau dilihat dari teknologi, kita sangat mungkin bikin mobil sendiri. Misalnya Daihatsu yang sudah bisa memproduksi mobil secara lengkap,” jelasnya.

Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian (Depperin) Budi Dharmadi menungkapkan, ada dua alasan utama yang menyebabkan Depperin melirik jenis kendaran murah ini. Pertama, industri automotif kita sudah memiliki kemampuan teknis untuk meciptakan kendaraan model ini. Kedua, terdapat potensi pasar besar yang bisa diraih dengan jenis mobil ini.

“Depperin ingin mencoba fokus ke segmen baru, yakni low cost car. Kalau India itu kan ultra low cost car, bukan seperti itu. Tapi masih di atasnya, sekitar Rp 50 jutaan karena kami tidak mau mengorbankan unsur keselamatan,” kata Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Budi Dharmadi, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Selain Toyota, Budi menerangkan, pemerintah juga akan meyosialisasikan rencana ini kepada principal automotif lain yang ada di Indonesia. Antara lain, Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi.

Jika mampu diproduksi, lanjut Budi, mobil murah ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga Rp 40-50 juta per unit. Tujuannya adalah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mobil murah di Asia Tenggara. Karena selain dikonsumsi pasar nasional, produksi mobil murah di Indonesia juga bisa di ekspor ke sejumlah negara tetangga.

Budi menjelaskan, pemerintah mulai mengkampanyekan produksi mobil murah mengingat teknologi dan komponennya sudah mampu dihasilkan di dalam negeri. Komponen mobil murah seperti ban, velg, mesin, body, under carriage (shock breaker, per, dan chasis) sudah bisa diproduksi di Indonesia. Bahkan, sistem elektrik mobil seperti lampu, kawat, serta jok mampu diproduksi di dalam negeri.

Rencana pembuatan mobil murah ini, kata dia, terpicu produksi Tata Nano di India seharga Rp25 jutaan. Setelah peluncuran mobil super murah buatan India itu, industri automotif dunia mulai melirik jenis kendaraan ini di masa depan. (Agung Kurniawan/Sindo/mbs)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: